Koran Musi, Palembang – Kabar duka datang dari mantan Bupati Muara Enim dan Musi Rawas sekaligus tokoh masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), H. Nang Ali Solihin yang meninggal dunia di RS Siti Khadijah, Palembang, Jum’at (24/7/2026) malam.
Kabar duka ini turut disampaikan Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah. Dikatakannya, atas nama pribadi, pimpinan dan anggota DPRD PALI, serta seluruh masyarakat PALI menyampaikan belasungkawa kepada keluarga besar yang ditinggalkan.
“Semoga Almarhum Bapak H. Nang Ali Solihin husnul khatimah, diampuni segala khilaf dan dosanya, diterima seluruh amal ibadahnya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Untuk keluarga, semoga diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan,” ujar Firdaus.
Firdaus mengenang H. Nang Ali Solihin sebagai sosok yang berjasa dan penuh pengabdian untuk Kabupaten PALI sangatlah. Segala apa yang telah diperbuat almarhum semasa hidup akan selalu di kenang masyarakat PALI.
“Saya sangat mengidolakan sosok almarhum H. Nang Ali Solihin yang memulai perjalanan karirnya dari Bupati Kabupaten Musi Rawas. Di tangan almarhum, Kabupaten Musi Rawas berkembang pesat. Ia menyulap kabupaten yang awalnya transmigrasi menjadi wilayah perkotaan yang makin maju,” lanjutnya.
Tidak hanya itu saja, kiprahnya juga terus berlanjut menjadi Bupati Muara Enim. Selepas menjabat Bupati Muara Enim, H. Nang Ali Solihin juga memberanikan diri untuk maju menjadi calon Gubernur Sumatera Selatan pada tahun 1998 yang masih pemilihannya melalui DPRD.
Kala itu kata Firdaus, dirinya turut memperjuangkan H. Nang Ali Solihin agar terpilih menjadi Gubernur Sumatera Selatan pasca Reformasi dari kalangan masyarakat sipil.
“Saya sempat diamankan oleh aparat dalam ruangan sidang paripurna DPRD Sumsel, lantaran membuat suasana pemilihan tidak kondusif. Karena berbagai hal, akhirnya H. Nang Ali Solihin kandas terpilih. Namun, saya bersaksi beliau orang baik dan menjadi tokoh panutan bagi kami,” tandasnya.







Komentar