Koran Musi, Pagaralam – Kios Pasar Nendagung Kota Pagar Alam akhirnya mulai kembali ditempati oleh para pedagang. Hal ini terwujud setelah Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, merenovasi kios-kios di dalam pasar tersebut.
Sebelumnya, kondisi kios di Pasar Nendagung terbengkalai dan tidak ditempati selama 10 tahun. Perubahan dari pasar tradisional menjadi pasar modern sempat mendapat penolakan dari pedagang yang khawatir tidak kebagian kios.
“Sebelumnya sudah bersama tim, OPD leading sektor dan Polres serta Kejaksaan telah membantu untuk mencarikan solusi bersama kelompok pedagang” ujar Wali Kota Pagaralam Ludi Oliansyah saat dihubungi melalui pesan singkat, pada Selasa 4 Agustus 2026
Alam, salah satu pedagang ayam yang telah belasan tahun berjualan di Pasar Nendagung mengatakan, beberapa waktu lalu sempat ada persoalan selama proses renovasi pasar. Ada ketakutan para pedagang lama tidak kebagian kios.
“Alhamdulillah Pak Walikota turun langsung ke pasar. Bahkan beliau dua malam menginap di pasar untuk memantau langsung kondisi pasar agar mengetahui apa yang menjadi keluhan pedagang,” ujar Alam.
Lebih lanjut Alam menjelaskan, khususnya para pedagang ayam sempat belum dapat kepastian lantaran kios tersedia yang sudah selesai dibangun jumlahnya belum sesuai dengan jumlah pedagang yang berjumlah 80 orang.
“Akan tetapi Pak Walikota sudah merespon dan bergerak cepat untuk memenuhi kekurangan kios yang. Alhamdulillah terima kasih Pak Walikota sehingga persoalan kios tidak berlarut dan kini para pedagang sudah bisa tenang,” lanjutnya.
Sementara Ucit, salah satu pedagang sayur mengungkapkan kini kondisi pasar sudah kondusif meski kemarin sempat ada persoalan. Akan tetapi berkat kerja sama berbagai pihak sudah menemukan solusi terbaik dan saat ini kondisi sangat kondusif untuk para pedagang dan pembeli.
“Untuk semua kawan-kawan pedagang di Pasar Nendagung diimbau untuk tenang karena semua tuntutan sudah dipenuhi oleh Pemkot Pagaralam. Yang sudah punya lapak silahkan berjualan, sementara yang belum harap bersabar karena masih dalam proses pembangunan,” ujar Ucit.







Komentar