oleh

Metode Tartil dan Ummi Diterapkan Mahasiswa UIN Raden Fatah di TPQ Masjid Nurul Iman Manggar Raya

Koran Musi, Banyuasin, – Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, menggunakan metode tartil dan metode ummi dalam melaksanakan kegiatan intrakurikuler wajib Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tergabung dalam kelompok Rekognisi 84A Kelompok 106, di TPQ Masjid Nurul Iman, Desa Manggar Raya, Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin, Kamis 15 Januari 2026.

Kelompok 106 yang terdiri dari M. Taufiqurahman selaku ketua dan Nanda Damara, Rensi Amalia, Siti Wahyuni dan Vionika Febrianti sebagai anggota, melaksanakan program dengan tema pendampingan dan pengenalan huruf hijauyah yang baik dan benar kepada anak-anak TPQ Masjid Nurul Iman dengan mengunakan metode tartil dan metode ummi.

Ketua kelompok 106, M. Taufiqurahman menjelaskan, kelompoknya melaksanakan kegiatan KKN berupa program pendampingan dan pembelajaran membaca Al-Qur’an bagi santri TPQ dengan menerapkan metode Tartil dan metode Ummi.

“Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kefasihan, ketepatan makharijul huruf, serta penerapan tajwid. Kami disini mahasiswa peserta KKN sebagai pendamping dan pengajar yang bekerja sama dengan pengurus TPQ, ustaz/ustazah  serta santri TPQ Masjid Nurul Iman Manggar Raya,” ujar Taufiqurahman.

Sementara, Nanda Damara salah satu anggota Kelompok 106 menyebutkan alasan pihaknya menerapkan metode tartil dan metode ummi lantaran masih terdapat santri yang belum lancar membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid dan tartil.

“Sehingga diperlukan metode pembelajaran yang sistematis dan efektif seperti metode tartil dan ummi. Program dilaksanakan melalui kegiatan belajar mengajar terjadwal, praktik membaca Al-Qur’an secara bertahap, pembinaan makharijul huruf dan tajwid, evaluasi bacaan santri, serta pendampingan intensif,” jelas Nanda.

Lebih lanjut dijelaskan Nanda, pelaksanaan KKN ini merupakan perwujudan langsung dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ketiga, yaitu pengabdian kepada masyarakat.

“Sehingga mahasiswa dapat mengintegrasikan ilmu pengetahuan dari pendidikan dan penelitian untuk memberdayakan masyarakat, memecahkan masalah lokal, serta meningkatkan empati mahasiswa,” lanjut Nanda.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *