Koran Musi, Palembang – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial ditunjukkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui gerakan urunan beras. Dari aksi solidaritas tersebut, ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) berhasil mengumpulkan sebanyak 22 ton beras untuk membantu masyarakat rentan miskin yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan akibat dampak kabut asap. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi kesehatan serta perekonomian warga, terutama kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, gerakan urunan beras tersebut bukan sekadar kegiatan berbagi bahan pangan, melainkan mencerminkan nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial aparatur pemerintah sebagai pelayan masyarakat.
“Ini bukan soal berapa kilo berasnya, tapi soal rasa. Alhamdulillah, terkumpul 22 ton beras dari hasil urunan ikhlas teman-teman ASN dan P3K Pemkot Palembang. Gerakan ini bukan sekadar berbagi beras, melainkan wujud kepedulian dan solidaritas kita sebagai pelayan masyarakat,” ujar Ratu Dewa, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, dalam beberapa waktu terakhir kabut asap akibat karhutla menyelimuti Kota Palembang dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah, khususnya terhadap warga yang masuk kategori rentan miskin dan membutuhkan bantuan.
Menurutnya, dampak kabut asap tidak hanya berkaitan dengan gangguan kesehatan dan terbatasnya aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap penghasilan warga. Terlebih, masyarakat berpenghasilan rendah memiliki keterbatasan dalam menghadapi kondisi yang menghambat aktivitas ekonomi mereka.
“Di tengah dampak kabut asap karhutla ini, banyak warga kita, terutama yang rentan miskin, merasakan beban yang berat. Aktivitas terbatas, kesehatan terganggu, ekonomi pun melambat. Maka, semangat gotong royong ini kita harapkan dapat meringankan beban warga,” tegasnya.
Ratu Dewa menambahkan, gerakan pengumpulan beras tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ASN tidak hanya menjalankan tugas administratif dan pelayanan pemerintahan, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Ia berharap kepedulian tersebut dapat menjadi bagian dari budaya kerja ASN Pemkot Palembang, sehingga kehadiran aparatur pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama ketika warga menghadapi situasi sulit.
“Dari kepedulian menjadi aksi. Inilah yang ingin kita bangun. ASN Palembang harus menjadi contoh, menjadi penggerak kebaikan. Kita ingin memperkuat rasa kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah tidak boleh jauh dari rakyatnya, apalagi saat rakyat sedang susah karena asap,” lanjut Ratu Dewa.
Sebanyak 22 ton beras yang berhasil dihimpun tersebut akan didistribusikan secara bertahap kepada masyarakat yang telah terdata di wilayah yang paling terdampak kabut asap. Penyaluran bantuan diprioritaskan bagi masyarakat miskin, lanjut usia (lansia), serta warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Pendistribusian secara bertahap diharapkan dapat memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dengan demikian, bantuan pangan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok warga sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga di tengah kondisi yang sulit.
Wali Kota Ratu Dewa juga berharap gerakan solidaritas yang melibatkan ASN dan P3K tersebut dapat menginspirasi berbagai elemen lainnya untuk ikut mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak karhutla.
Ia mengajak badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), serta kalangan swasta untuk membangun kepedulian bersama melalui berbagai bentuk bantuan sosial yang dapat meringankan beban masyarakat.
“Terima kasih untuk seluruh ASN dan P3K yang sudah berpartisipasi. 22 ton ini adalah bukti cinta kita untuk Palembang. Mari terus jaga semangat ini, Palembang ini milik kita, warganya adalah keluarga kita,” pungkasnya.
Melalui gerakan tersebut, Pemkot Palembang berharap solidaritas antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat. Bantuan 22 ton beras ini juga diharapkan dapat membantu menjaga ketahanan pangan keluarga serta meringankan beban ekonomi masyarakat rentan di tengah dampak kabut asap.
Di sisi lain, pemerintah daerah tetap dihadapkan pada upaya penanganan dan pencegahan karhutla agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin meluas. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai penting untuk menghadapi persoalan karhutla sekaligus melindungi warga dari dampak yang ditimbulkannya.











Komentar