Palembang – Wali murid di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Palembang mendadak heboh lantaran mendapat informasi salah satu staf pengajar yang baru bergabung merupakan terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur pada salah satu Pondok Pesantren di wilayah Banyuasin tahun 2023 silam.
Guru dengan inisial MKF, pernah terlibat kasus dugaan pencabulan terhadap salah satu santri saat masih menjadi staf pengajar Pondok Pesantren, meski kasus tersebut berakhir damai dengan pihak keluarga.
Ironisnya, Kepala Sekolah MIN 1 Palembang, Meisabrina Cahaya Ningsih, justru bungkam saat dikonfirmasi redaksi melalui pesan WhatsApp terkait informasi salah satu staf pengajar yang baru bergabung, memiliki rekam jejak tidak terpuji.
Salah seorang wali murid yang minta identitasnya dirahasiakan mengatakan, informasi terkait kehadiran guru baru yang pernah menjadi terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur, menyebar luas dan menjadi kekhawatiran bagi seluruh orang tua murid.
“Tentu kami selalu orang tua merasa khawatir jika guru tersebut menjadi satu pengajar di MIN 1 Palembang. Kami khawatir anak-anak kami dapat menjadi korban berikutnya,” ujarnya, Rabu 31 Juli 2025.
Lebih lanjut ia menyebutkan jika pedofilia merupakan gangguan kejiwaan yang mengincar anak-anak di bawah umur. Setiap ada kesempatan, tentunya ada potensi pelaku akan mengulangi kembali.
“Kami harap pihak sekolah dapat segera mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan guru tersebut dari MIN 1 Palembang agar seluruh murid mendapat jaminan kenyamanan dalam kegiatan belajar mengajar,” lanjutnya.










Komentar