oleh

Digi Sport Asia Diminta Mundur Jika Tak Sanggup Urus Sriwijaya FC

Koran Musi, Palembang – Manajemen Sriwijaya FC (SFC) yang saat ini dibawah pengelolaan Digi Sport Asia, mendapat sorotan tajam setelah tim tampil mengecewakan di pentas Liga 2 dengan hanya menjadi juru kunci klasemen dan baru meraih satu angka dari lima pertandingan.

Salah satunya datang dari mantan Ketua Sriwijaya Mania, Marthin Anventama. Menurutnya, pihak Digi Sport Asia lebih baik legowo mundur dan menyerahkan saham SFC jika tidak mampu mengurus dan membiayai tim sebelum Laskar Wong Kito lebih dalam terjerumus ke ancaman degradasi ke Liga 3.

“Seharusnya pihak Digi Sport yang menghadap dan meminta bantuan ke Gubernur, bukan menjadikan 3 kelompok suporter sebagai umpan peluru. Kenapa tidak berani minta tolong ke Gubernur?. Ini pertanda manajemen sudah frustasi,” ujar Marthin, Rabu 15 Oktober 2025.

Lebih lanjut ia menambahkan, saat ini stigma yang berkembang justru Gubernur Herman Deru yang menjadi titik kesalahan dan biang kerok merosotnya prestasi SFC. Padahal ini tanggung jawab penuh pihak Digi Sport Asia.

“Yang minta tolong siapa eh yang sekarang disalahkan pecinta SFC malah Gubernur, malah jadi terbalik. Pecinta SFC khususnya kelompok suporter seharusnya meminta pertanggungjawaban dari Digi Sport bukan ke Gubernur,” ujarnya.

Marthin menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan hasil mengecewakan SFC. Yang pertama kegagalan Digi Sport mendapat sponsor sehingga berimbas pada materi pemain dan pelatih yang didapat tidak mampu bersaing dengan tim lain.

“Kemudian faktor masalah hutang piutang lama yang belum selesai termasuk masalah gaji musim lalu. Jadi pemain berkualitas akan berpikir dua kali menerima kontrak dari SFC. Dua faktor itu menjadi tanggung jawab penuh Digi Sport,” tegas Marthin.

Selaku mantan ketua suporter, dirinya memberi masukan kepada 3 kelompok suporter SFC untuk segera bertindak mendesak Digi Sport mencari jalan keluar sebelum terlambat lantaran saat ini tim penuh sejarah tersebut terancam degradasi ke Liga 3.

“Boleh minta tolong ke Gubernur, tapi jangan lupa untuk terus mendesak Digi Sport selaku pemegang saham mayoritas untuk membuat gebrakan konkret. Jika memang Digi Sport tidak mampu, lebih baik mundur dari sekarang sebelum terlambat,” tutup Marthin. (dp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *