oleh

Herman Deru Kukuhkan LPTQ dan FU3SS Sumsel, Tekankan Prestasi dan Stabilitas Umat

Koran Musi, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru mengukuhkan Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Sumatera Selatan dan Forum Ukhuwah Ulama Umaro Sumatera Selatan (FU3SS) periode 2025–2029 di Griya Agung, Palembang, Selasa (3/3/2026) sore.

Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dikukuhkan. Ia menjelaskan, pelantikan dilaksanakan pada bulan Ramadan sebagai momentum spiritual untuk memperkuat komitmen dan mempercepat langkah kerja kedua lembaga tersebut.

“Kalau dipisah-pisah akan lama selesainya. Maka kita gabungkan, sekaligus menguatkan sinergi. Tugasnya sama-sama berat,” ujar Herman Deru.

Terkait LPTQ, ia menegaskan bahwa keberhasilan lembaga tersebut dapat diukur melalui capaian prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia mengapresiasi kepengurusan sebelumnya yang berhasil menorehkan berbagai penghargaan.

Namun demikian, ia menekankan bahwa tantangan ke depan tidak hanya soal prestasi, tetapi juga peningkatan minat baca Al-Qur’an serta pengurangan buta aksara Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Parameter LPTQ itu dua, pertama piala atau prestasi. Kedua, meningkatnya minat baca dan berkurangnya buta aksara Al-Qur’an,” tegasnya.

Meski pemberantasan buta aksara Al-Qur’an bukan tugas pokok LPTQ secara langsung, ia menilai secara moral lembaga tersebut memiliki keterkaitan dengan rumah tahfiz dan kaderisasi di pondok pesantren. Ia mendorong pengurus baru mengombinasikan kekuatan kelembagaan dengan dukungan berbasis kepercayaan masyarakat.

“Kepercayaan itu harus tumbuh bukan karena dorongan gubernur, tetapi karena kinerja. Jangan malu bertanya dan meminta bimbingan kepada pengurus lama. Jadikan capaian sebelumnya sebagai navigasi untuk lebih berprestasi lagi,” pesannya.

Sementara itu, terkait FU3SS, Herman Deru menekankan peran strategis lembaga tersebut sebagai perekat ukhuwah dan penjaga stabilitas sosial di Sumsel yang heterogen.

Ia menyebut dua parameter utama keberhasilan FU3SS, yakni terciptanya zero konflik dan kemampuan mencegah perpecahan, baik konflik internal umat beragama maupun antarumat beragama.

“Yang paling sulit itu konflik dalam agama sendiri atau internal. Jangan sampai ada dualisme dan perpecahan. Selain itu, tugas FU3SS menjadi jembatan. Kalau bicara umat, bukan hanya Islam. Sumsel ini heterogen,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru juga menyinggung dinamika global, seperti konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat, yang berpotensi memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, termasuk isu kenaikan harga dan ajakan memborong bahan pokok.

“Jangan sampai masyarakat panik memborong beras atau sembako karena isu yang belum jelas. Ini tugas FU3SS untuk menenangkan. Jangan sampai harga pasar justru goyang karena kepanikan,” tegasnya.

Usai pengukuhan, ia mendorong kedua lembaga segera melakukan roadshow dan konsolidasi ke berbagai daerah guna memperkuat sinergi serta mempercepat kemajuan Sumatera Selatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Harian LPTQ Sumsel H. Ahmad Iskandar Zulkarnaen, LC., M.Ag., Ketua Harian FU3SS KH. Kms. Muhammad Ali, Ketua MUI Sumsel Prof. Dr. KH. Aflatun Muchtar, M.A., perwakilan Forkopimda Sumsel, serta kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru