Koran Musi, Palembang – Pihak PT Pusri menghindari wartawan saat akan dimintai konfirmasi terkait viralnya Komisaris Utama dan Komisaris beserta rombongan yang melakukan foto bersama di tanjakan Sitinjau Lauik yang terkenal ekstrem dan berbahaya bagi pengguna kendaraan.
Pihak redaksi Koran Musi mendatangi kantor PT Pusri untuk mencoba meminta konfirmasi terkait viralnya perilaku dua petinggi BUMN yang bergerak di bidang pupuk nasional tersebut, Kamis 16 April 2026 siang.
Saat berada di pos keamanan PT Pusri, tim redaksi tertahan dan diminta menunjukan id pers untuk dikonfirmasi ke pihak Humas PT Pusri. Akan tetapi, redaksi hanya dipersilahkan menunggu tanpa ada kepastian apakah diperbolehkan masuk atau tidak.
Setelah menunggu hampir satu jam, pihak keamanan memberikan pernyataan bahwa Vice Presiden (VP) Komunikasi dan Administrasi PT Pusri, Rustam Effendi tidak berada di kantor sejak pagi tanpa menjelaskan kepastian keberadaannya.
“Pak Rustam tidak ada di tempat dan staf humas lainnya sedang sibuk ada kegiatan,” ujar salah salah satu petugas keamanan kepada redaksi Koran Musi.
Hal ini tentu menjadi preseden buruk bagi perusahaan besar seperti PT Pusri yang tidak kooperatif dengan awak media yang mencoba membuat berita yang seimbang terhadap peristiwa viralnya petinggi PT Pusri yang banyak mendapat hujatan negatif di jagad maya.
Sementara pihak PT Pusri melalui Vice Presiden (VP) Komunikasi dan Administrasi PT Pusri, Rustam Effendi, tidak merespon permintaan klarifikasi melalui pesan WhatsApp yang dikirim redaksi Koran Musi sejak Senin, 13 April 2026 malam.











Komentar