Koran Musi, PALEMBANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) netapke Bupati Muara Enim, Juarsah, jadi tersangko dalam pengembangan kasus dugaan suap proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim tahun 2019 lalu.
Hal itu disampaike oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Ali Fikru, Senin (15/2/2021) malam. Dijelaskannyo, hari ini KPK sudah netapke Juarsa jadi tersangko baru kasus 13 paket proyek,” ujinyo.
Ditambahke Ali, penetapan ini hasil pengembangan dari kasus yang sudah jerat mantan Bupati Muara Enim Ahmad Yani, Kontraktor Robi Okta Fahlefi, Kepala Bidang Pembangunan Jalan PPK M Elvin, Ketua DPRD Haris Hb dan Plt Kepala Dinas PUPR Ramlan Suryadi.
“Juarsa pas kejadian masih berstatus sebagai Wakil Bupati Muara Enim periode tahun 2018- 2020. Untuk kepentingan penyidikan, kami lakuke penahanan selamo 20 hari untuk Juarsah,” katonyo.
Ditetapkannyo Juarsa jadi tersangko, soalnyo sudah ditemuke bukti awal yang cukup untuk dilanjutke dengan gelar perkara.
“Kami nyimpulke ado dugaan Tindak Pidana Korupsi nerimo hadiah atau janji terkait proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2019,” terangnyo.










Komentar