Koran Musi, Palembang – Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Sumsel) menetapke duo tersangko baru dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya. Dua tersangka baru yaitu Mukti Sulaiman mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel dan Ahmad Nasuhi selaku mantan Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel, AN, Rabu (16/6/2021).
Dua tersangko itu keluar dari ruang pemeriksaan penyidik sekitar jam 17.10 WIB dengan tangan diborgol dan make rompi tahanan Tipikor Kejati Sumsel, dan langsung dibawa ke mobil tahanan untuk dilakuke penahanan ke Rutan Kelas I Pakjo Palembang.
Mukti Sulaiman ditetapke sebagai tersangko oleh penyidik, yang mano kapasitasnyo sebagai Ketuo Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Sedangke untuk tersangko Ahmad Nasuhi alias Ustad Coy, ditetapke sebagai tersangko yang mano pada saat itu dio menjabat sebagai Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel.
Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman SH, MH jealske kalu hari ini penyidik pidsus Kejati Sumsel kembali menetapke duo tersangko baru yakni MS dan AN.
“Adopun keterlibatan tersangko MS selaku Sekda dan Ketua Tim TAPD pado saat itu, keterlibatannyo kareno jabatan. Pasal yang dikenoke oleh penyidik yakni pasal 2 Jo pasal 18 UU No 20 tahun 2001 Jo Pasal 55. subsider pasal 3 Jo 18 UU No 20 2001 Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHAP. Sementaro untuk tersangko AN yang saat itu menjabat sebagai Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel, pasal yang dikenoke samo dengan tersangko MS. Keduonyo ditahan selamo 20 hari kedepan,” tutupnyo. (dp)











Komentar