oleh

Pemerintah Kabupaten PALI Dorong Semangat Kerja dan Kemandirian Wilayah Transmigrasi

PALI – Wabup Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Drs. H. Soemarjono, mewakili Bupati Dr. Ir. H. Heri Amalindo, MM, melakukan kunjungan untuk memantau perkembangan lokasi transmigrasi di Desa Tempirai Selatan, Kecamatan Penukal Utara.

Dalam kunjungannya, Wabup Soemarjono menekankan pentingnya semangat kerja dan kemandirian bagi warga transmigrasi di PALI.

Ia berharap agar Transmigrasi di PALI, terutama yang datang dari luar daerah, menjadi contoh yang baik bagi masyarakat setempat.

“Program transformasi merupakan program strategis nasional untuk mengentaskan kemiskinan. Oleh karena itu, para transmigran haruslah bekerja keras dan turut berkontribusi dalam membangun PALI,” pesan Wabup Soemarjono.

Lebih lanjut, Wabup mengajak para transmigran untuk memanfaatkan lahan yang telah diberikan dengan baik, sehingga bisa menghasilkan dan menyokong kehidupan keluarga mereka.

Ia juga menegaskan agar para transmigran tidak bergantung pada bantuan dari warga lokal, namun harus mandiri dan proaktif dalam memajukan daerah tempat mereka tinggal.

“Sikapi setiap tantangan sebagai suatu pelajaran. Teruslah bekerja keras, dan kedepankan semangat mandiri untuk mencapai kesejahteraan,” tambah Wabup.

Dalam kesempatan yang sama, Wabup Soemarjono juga membagikan cerita mengenai awal pembukaan lahan transmigrasi di Desa Tempirai Selatan.

Permintaan dukungan pembukaan lahan tersebut pertama kali diajukan oleh almarhum Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten PALI, Usmandani.

Kini, hasilnya sudah terlihat nyata dengan berdirinya perumahan dan lahan transmigrasi yang produktif.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten PALI, Endang Silanperensi, menyampaikan bahwa tahun sebelumnya sebanyak 21 Kepala Keluarga (KK) warga transmigran telah masuk ke PALI.

Dari jumlah tersebut, terdiri dari 9 KK warga transmigran dari luar pulau Sumatera dan 12 KK dari warga lokal Desa Tempirai Selatan.

Dalam kunjungan tersebut, Wabup PALI juga berinteraksi langsung dengan para warga transmigran untuk mendengarkan keluhan dan masalah terkait pengelolaan lahan transmigrasi.

Beberapa keluhan yang disampaikan antara lain permintaan pendampingan dari Dinas Pertanian, kelangkaan dan harga mahal pupuk, serta kebutuhan mendesak akan air bersih, listrik, dan fasilitas kesehatan.

Dengan adanya perhatian dari pemerintah daerah, diharapkan para transmigran semakin termotivasi untuk bekerja keras dan mencapai kemandirian.

Program transmigrasi ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat PALI dan meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh warganya. (Advertorial)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *