Koran Musi, Palembang – Rico Agustomi (52) warga Jalan Bambang Utoyo Lorong Bugis Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang, menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh atasannya, Ferdinand alias Dinan, di Lorong Sehati Kelurahan 3 Ilir Kecamatan Ilir Timur II pada Rabu, 3 Desember 2025 sekitar pukul 11:00 WIB.
Usai menjadi korban penusukan dan penganiayaan oleh terduga pelaku yang merupakan bos ayam, Rico diintimidasi dan dipaksa menandatangani surat bermaterai tanpa mengetahui isi dan maksud surat tersebut.
Kuasa hukum korban dari MRP Law Office, Muhammad Romadhona, S.H.,M.H.,C.MSP menjelaskan, kliennya sebagai korban usai membuat laporan di SPKT Polda Sumatera Selatan, dijemput dirumahnya oleh anak buah terlapor dan dibawa ke posko.
“Disitulah terjadi intimidasi dan pemaksaan terhadap korban untuk menandatangani surat bermaterai tanpa mengetahui isi dan maksud dari surat tersebut,” ujar Muhammad Romadhona, Kamis 4 Desember 2025.
Lebih lanjut dijelaskannya, selaku kuasa hukum korban, pihaknya meminta kepada Polda Sumatera Selatan untuk mengusut tuntas kasus ini lantaran bukan hanya terjadi tindak kekerasan, juga adanya intimidasi dari terlapor.
Seperti diketahui, Rico Agustomi telah melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumatera Selatan pada Rabu, 3 Desember 2025.
Laporan tersebut teregister dengan Nomor: STTLP/B/1705/XII/2025/SPKT/POLDA SUMATERA SELATAN, terkait dugaan penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP.
Rico mengaku menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh atasannya, Ferdinand alias Dinan. Korban Rico Agustomi menjelaskan bahwa dirinya dianiaya setelah menjual satu keranjang ayam milik terlapor.
Menurut Rico, ia mendapat pukulan pada bagian wajah dan belakang kepala menggunakan tangan. Terlapor juga memukulnya dengan kayu hingga menyebabkan luka pada tangan kiri dan pundak.
Tidak berhenti di situ, terlapor kemudian menusuk korban dengan pisau sehingga paha kanan dan bahu kiri mengalami luka.
“Dia nyari-nyari aku dan pas ketemu langsung aku dianiaya, dipukul, ditusuk. Saya tidak tahu kenapa alasannya dia menganiaya saya,” ucap Rico Agustomi.







Komentar