Koran Musi, Palembang – Pernyataan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto yang menyebut belanja mobil dinas mewah merupakan warisan pemerintah sebelumnya, mendapat respon dari berbagai pihak.
Pengamat politik Bagindo Togar mengatakan, pernyataan Bupati Serapat Serasan tersebut merupakan bentuk mencari pembenaran dari apa yang telah dilakukannya terkait pemborosan anggaran di tengah desakan efisiensi yang dicanangkan Presiden Prabowo.
“Dasar Bupati aji mumpung yang ugal-ugalan mengelola keuangan daerah. Ingin hedon dengan mobil mewah tapi memakai anggaran negara. Kebijakan dan pernyataan Asgianto kok seperti seseorang yang sedang magang jadi Bupati,” ujar Bagindo, Kamis 7 Agustus 2025.
Bagindo menambahkan, jika Asgianto merasa itu program Bupati lama, seharusnya tidak usah dijalankan. Pihaknya menerima informasi jika pemerintah sebelumnya menganggarkan belanja mobil dinas hanya 2 Milliar.
“Sekarang meraka belanja mobil mewah lebih dari 12 Miliar. DPRD PALI harus segera memanggil dan membentuk Pansus pemberhentian Bupati. Juga bersurat ke Gubernur Sumsel sebagai perwakilan pemerintah pusat untuk agar permasalahan ini tidak berlarut,” lanjutnya.
Senada, Deputi K-MAKI Fery Kurniawan menyebut pernyataan Asgianto menunjukkan ketidakmampuan manajemen pemerintahan dan menyalahkan pemerintahan sebelumnya.
“Pemerintahan itu berkesinambungan tidak putus dengan pergantian Kepala Daerah. Program pemerintah daerah tertuang dalam APBD dan telah dievaluasi Gubernur sebelum dibuat menjadi Perda APBD,” ujar Fery.
Secara tidak langsung, pernyataan Asgianto seolah menyalahkan Gubernur Sumsel tidak melakukan evaluasi APBD Kabupaten Pali 2024 – 2024. “Asginato jelas tidak mampu melaksanakan program 100 hari kerja dan oleh karena itu menyalahkan pemerintahan sebelumnya,” tutup Fery.











Komentar