PALI – Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Ahmad Jhoni, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus anthrax di kabupaten yang terkenal dengan julukan Bumi Serepat Serasan tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun beberapa daerah di Indonesia sedang menghadapi wabah anthrax, kabupaten PALI masih aman dari penyakit tersebut.
Dalam upaya mencegah masuknya penyakit anthrax ke PALI, Pemerintah kabupaten PALI melalui dinas pertanian dan peternakan terus memantau sapi atau kambing yang masuk ke wilayah tersebut dari luar daerah.
“Sesuai instruksi Bupati, kita terus memantau keluar masuk hewan ternak. Kita memeriksa surat kesehatan dari daerah asal dan kelengkapan lainnya,” ucap Ahmad Jhoni, Selasa, 18 Juli 2023.
Ahmad Jhoni menambahkan bahwa pihaknya juga telah melakukan pendataan hewan ternak dan melakukan sosialisasi kepada para peternak.
“Kami telah melakukan pendataan hewan ternak dan memberikan sosialisasi kepada peternak mengenai bahaya anthrax. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya kasus anthrax yang disebabkan oleh bakteri yang dapat menular ke manusia,” imbuhnya.
Ahmad Jhoni juga menghimbau kepada para peternak agar tetap menjaga kesehatan hewan ternaknya. Apabila ingin menambah jumlah peliharaan, disarankan untuk memperhatikan surat keterangan sehat dari daerah asal.
“Yang terpenting adalah melaporkan setiap gejala yang mengindikasikan penyakit anthrax ke Puskeswan untuk segera diperiksa dan ditangani agar tidak terjadi kasus anthrax di PALI,” pungkasnya.
Anthrax atau antraks adalah penyakit infeksi bakteri yang dapat menular dari hewan ternak, seperti sapi atau kambing, seperti yang dikutip dari beberapa sumber.
Seseorang dapat terinfeksi anthrax jika menyentuh atau mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi penyakit ini.
Meskipun anthrax merupakan penyakit serius yang berpotensi fatal, namun kasus penyakit ini sangat jarang terjadi.
Selain itu, sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa bakteri penyebab anthrax dapat menular antar manusia. (Advertorial)











Komentar