Koran Musi, Palembang – Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) non aktif, Johan Anuar dituntut 8 tahun penjaro dan dendo Rp 200 juta dengan subsider 6 bulan kurungan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantas Korupsi ( KPK) kareno didugo telah terbukti melakuke tindak pidana korupsi pengadaan lahan kuburuan.
Selain itu, terdakwa Johan Anuar harus ganti duit negara sebesak Rp 3,2 miliar. Kalu dak dibayar dalam jangka waktu sebulan, bakal diganti dengan hukuman satu tahun kurungan.
“Berdasarke keterangan saksi dan hasil analisa dalam persidangan, terdakwa terbukti melakuke tindak pidana korupsi secaro bersamo-samo sesuai dengan pasal 2 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang tindak pidana korupsi,” uji JPU Rikhi BM, pas persidangan secaro virtual di ruang sidang Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus, Kamis (15/4/2021).
Selain itu, JPU KPK jugo mencabut hak politik terdakwa Johan Anuar selamo limo terhitung pas sudah keluar dari tahanan kagek.
Habis pembacoan tuntutan tersebut, hakim ketua Erma Suherti langsung menanyoke terdakwa mengenai tanggapannyo habis mendengar tuntutan tersebut.
Terdakwa samo kuaso hukumnyo Titits Rachmawati minta waktu selamo duo minggu untuk ngajuke pembelaan (Pledoi). “Minta waktu sampe hari Selaso, tanggal 27 April 2021 kagek,” kato Titis.
Majelis hakim samo JPU KPK menerimo permintaan itu. Jadi sidang pun ditunda dan ditutup.
Untuk diketahui, perkaro korupsi pengadaan lahan kuburan yang didugo merugike negara sekitar Rp 5,7 miliar ini sebelumnyo dipegang oleh Mapolda Sumsel.
Namun menurut pertimbangan dari kepolisian, perkaro ini sulit dilaksanake secaro baik, jadi KPK ambek alih kasus perkaro korupsi tersebut dari Polda Sumatera Selatan dengan harapan penanganan perkaro ini lebih cepat selesai kalu dilakuke oleh KPK.







Komentar